Selasa, 29 Maret 2016

Trio Brothers dan Strategi Perang Khandaq

Assalamu'alaikum gaes...

Kali ini aku ingin sedikit mengupas grup nasyid cilik asal Karawang "Trio Brothers" yang akhir-akhir ini jadi buah bibir masyarakat Karawang, terutama anak-anak dan para penggemarnya yang diberi label 'BroSis' (Brothers & Sisters Trio Brothers Fanclub). Kemudian akan ku ilustrasikan dengan 'Strategi Perang Khandaq' di jaman Rosulullah SAW.

Okey gaes biar ga penasaran, langsung aja kita gali parit.. eh.. maksudnya kita simak penggalianku terhadap Trio Brothers... #cekidot... :)

Trio Brothers adalah sebuah grup nasyid cilik asal Karawang. Tiga bersaudara ini merupakan saudara kandung yang ingin membawa pesan-pesan positif bagi anak dalam setiap penampilannya. Karena genre-nya nasyid, jadi lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu rohani yang bernafaskan Islam.

Mereka memiliki visi “Mengembalikan Jati Diri Anak kepada Fitrahnya Melalui Seni yang Mendidik”. Visi ini muncul dari keprihatinan akan maraknya suguhan hiburan yang tidak mendidik bagi anak-anak. Atas dasar visi itulah, Trio Brothers hadir dengan harapan bisa memberikan alternatif hiburan yang aman dan sehat bagi anak.

Rakha, Sabil, Fajar, itulah nama-nama tiga personil Trio Brothers. Mereka bersekolah di SD Negeri Telukbango V, Batujaya – Karawang. Mereka pun membuktikan, bahwa kesibukan dalam karir sebagai penyanyi cilik tak membuatnya lalai akan tugas utamanya, yaitu belajar. Tiga kakak beradik ini semuanya mendapatkan rangking satu di kelasnya masing-masing.

Mereka mengawali karir dari sekolah mereka, kemudian sekolah-sekolah yang lain, hingga seminar-seminar parenting, bahkan pernah juga ada salah satu kampus di Karawang yang pernah mengundangnya. Melihat potensi yang terpancar dari 3 bersaudara ini, sang ayah (Dede Arif Rahman) mulai menseriusi supaya anak-anaknya bisa masuk ke dapur rekaman.

Kini Trio Brothers telah memiliki mini album perdana yang bertajuk "Nantikan Aku di Surga". Ada 5 lagu dalam mini album tersebut, 'Nantikan Aku di Surga', 'Kita Ciptaan Tuhan', 'Akhlaq Mulia', 'Kasih Tak Bertepi', dan 'Kejar Citamu'.

Selain dari 5 lagu tersebut juga ada beberapa nasyid lawas yang diaransemen ulang dan dinyanyikannya. Seperti 'Islam Yang Telah Berkembang' dari Nada Murni, 'Rosulullah' dari Hijaz, 'Palestina Tercinta' dari Shoutul Harokah, serta lagu 'Kun Anta' dari Humod Al-Khudair juga mereka lantunkan sesuai dengan fitrah anak-anak.

Sang ayah tertarik dengan tawaran untuk membentuk Tim Management yang akan mengatur dan mengarahkan Trio Brothers kedepan. Dan kini terbentuklah "Brothers Management" yang digawangi oleh Muhammad Iqbal, mantan salah satu Tim Managementnya Band Wali.

'Kreasi Anak Karawang’ yang digelar di Karawang Central Plaza (KCP) kompleks Galuh Mas, Karawang (Sabtu, 26/3/2016), menjadi show perdana Trio Brothers yang digagas Brother Management yang berencana akan menggelar show di berbagai kota di Jawa Barat, Jakarta dan Banten.

Di hari itu kebetulan aku dan istri mengantar kedua anakku yang berusia TK dan SD yang ikut lomba mewarnai di acara tersebut. Seperti biasa, di acara itu aku juga cari-cari informasi mengenai Trio Brothers, kebetulan ketemu dengan Kang Iqbal panggilan Muhammad Iqbal selaku Head Manager di Brothers Management, yang sedang nongky-nongky chancy selepas sholat dzuhur, sebelum acara dimulai.

Kang Iqbal mengatakan kepadaku, “Mengenai agenda Trio Brothers kedepan sudah kami susun langkah-langkahnya secara bertahap dan alami. Sebelum muncul di televisi nasional, kami akan memperkuat basis penggemarnya terlebih dahulu di Jawa Barat, Jakarta dan Banten, dengan mengadakan show di 10 kota besar di 3 propinsi tersebut.”

“Di KCP (Karawang Central Plaza) ini merupakan show perdana Trio Brothers, setelah itu giliran di kota lainnya. Langkah ini kami lakukan, disamping untuk memperkuat basis penggemar, juga untuk meningkatkan jam terbang Trio Brothers, sehingga talenta mereka semakin terasah, dan mentalnya semakin siap untuk level nasional. Selain itu, kami melakukan promo secara gencar melalui media sosial, radio, televisi lokal bahkan media cetak," papar Kang iqbal.

“Harapan kami, tentu Trio Brothers bisa diterima oleh masyarakat luas, terutama anak-anak. Hari ini banyak orang tua yang menjerit karna terlalu banyak suguhan hiburan yang tidak mendidik bagi anak. Semoga Trio Brothers bisa menjadi alternatif hiburan yang baik, yang senantiasa menyuguhkan nilai-nilai positif dalam setiap penampilannya. Dan semoga lagu anak dapat bangkit kembali sesuai dengan fitrahnya,” harapan Kang Iqbal ketika melihat lagu anak-anak sekarang ini yang telah mati suri.
("Syabi.. Kang Iqbal.." gumamku dalam hati..)

Gaes.. kita semua tau lagu anak-anak sekarang ini sepertinya telah lenyap ditelan zaman. Setelah era Suzan dan Kak Ria Enes, Dea Ananda dan Trio Kwek-Kweknya, Tasya, dan penyanyi-penyanyi cilik di eranya, seolah-olah lagu anak-anak bagaikan hilang ditelan bumi nusantara. Entah apakah penyebabnya, yang jelas dan nampak didepan mata, komposer-komposer besar di zaman lagu anak-anak berjaya, seperti Papa T. Bob, nampak kesulitan melawan hegemoni industrialisasi permusikan di tanah air akhir-akhir ini, khususnya untuk membangkitkan kembali kejayaan lagu anak-anak Indonesia.

Anak-anak sekarang lebih disibukkan dengan pilihan ikut idol-idolan, yang seringkali dituntut untuk menyanyikan lagu-lagu orang dewasa, yang keluar dari fitrah si anak. Hak asasi anak-anak mereka seolah-olah dirampas oleh pemodal yang mensponsori acara-acara tersebut.

Dan dampak dari dipaksanya anak-anak keluar dari fitrahnya, kita bisa lihat tingginya prosentase kenakalan remaja, anak-anak yang bahkan masih di usia SD sudah berani mengumbar hawa nafsunya, dan mirisnya hal tersebut di dokumentasikan dan dipublish di media sosial tanpa rasa malu.

Kadang timbul pertanyaan dalam hati.. Apakah Indonesia seperti ini yang dikehendaki oleh para pahlawan dan pendiri bangsa ini...??? Tentu tidak gaes.. Para pahlawan dan pendiri bangsa ini telah berjuang keras mengusir penjajah, memerdekakan bangsa ini dari tirani dan propaganda asing.

Namun kini bangsa ini seolah-olah sangat permisif untuk hal-hal yang dapat merusak moral bangsa, hal-hal yang tidak penting, bahkan hal-hal yang bisa dapat menghancurkan kedaulatan bangsa kita, Indonesia... Kenapa 'Merdeka' hanya menjadi pemanis bibir bapak-bapak yang disana.. Sementara pejajahan masif dan terstruktur melalui ekonomi, budaya dan hak asasi manusia kembali mengancam bangsa ini.. #Miris.

Kok jadi ngebahas yang lain yah.. habis gemes sih.. Oke gaes kita lanjut yah.. Naah sekarang kita bahas singkat mengenai 'Strategi Perang Khandaq'

Perang Khandaq disebut juga Perang Parit, karena umat muslim menggunakan strategi menggali parit untuk menghalau serangan pasukan jahiliyah yang tergabung dalam konfederasi/multinasional yang akan menyerbu Madinah. Perang ini dimulai pada 31 Maret 627, dimana pada saat itu metode penyerangan besar-besaran bukanlah hal biasa dalam dunia perang Arab. Karena hal itu juga, pasukan konfederasi sangat tidak siap ketika mereka berhadapan dengan parit yang digali oleh umat Muslim.

Berita tentang penyerangan yang akan menuju kepada ke sejarah perang Khandaq tiba di telinga nabi Muhammad SAW. Mendengar kabar tersebut, nabi Muhammad SAW mengumpulkan orang-orang Madiah untuk mendiskusikan strategi yang paling tepat untuk menghalau musuh-musuh ini. Taktik-taktik yang diajukan oleh masyarakat Madinah di antara lain adalah langsung menghalau musuh mereka (sebuah taktik yang berhasil memenangkan perang Badar), dan menunggu hingga musuh ada di dalam kota (pelajaran yang mereka ambil menyusul kekalahan perang Uhud), meski akhirnya kaum Muslim yang kalah jumlah memutuskan untuk melakukan pertempuran dengan taktik bertahan yaitu dengan menggali parit yang berguna sebagai penghalang jika musuh tiba.

Strategi penggalian parit yang mereka pelajari idenya berasal dari Salman Al-Farisi yang berasal dari Persia, ini membuat seluruh Muslim di Madinah termasuk nabi Muhammad SAW bekerja keras untuk menggali parit besar dalam waktu 6 hari. Parit ini hanya mereka gali di bagian utara, mengingat Madinah sendiri merupakan sebuah kota yang dikelilingi oleh pegunungan berbatu dan pohon, membuatnya tidak dapat ditembus oleh tentara dengan ukuran besar terutama kavaleri. Penggalian parit ini juga kebetulan bersamaan dengan masa paceklik di Madinah, sehingga wanita dan anak-anak dipindahkan ke bagian dalam kota.

Pihak konfederasi berusaha melewati parit dengan kuda, namun tetap gagal. Akhirnya, dua hingga tiga minggu hanya berbalas-balasan umpatan, disusul dengan pelepasan anak panah dari kejauhan. Meski begitu, hal ini tidak berlangsung lama karena pihak konfederasi mulai kehabisan makanan dan akal, hingga berakhir dengan mundurnya pihak konfederasi.

Itulah sekelumit sejarah 'Perang Khandaq' gaes... Lalu apa hubungannya dengan Trio Brothers...???

Oke gaes.. aku akan coba uraikan judul yang telah aku buat 'Trio Brothers dan Strategi Perang Khandaq'. Setelah aku ngobrol dengan Kang Iqbal, yang sebagian sudah kutulis diatas, menurutku strategi yang ditempuh Brothers Management mirip dengan strategi perang khandaq. Ini ulasannya:

Memperkuat basis penggemarnya terlebih dahulu di Jawa Barat, Jakarta dan Banten, dengan mengadakan show di 10 kota besar di 3 propinsi tersebut. 'Basis Penggemar' ibarat parit yang digali saat perang khandaq. Kaum muslim menggali parit untuk menghalau serangan pasukan jahiliyah yang tergabung dalam konfederasi/multinasional yang akan menyerbu Madinah. Demikian pula Brothers Management yang memeperkuat basis penggemar, selain untuk mensosialisasikan Trio Brothers, juga untuk menghalau serangan dekadensi moral yang terjadi pada anak-anak yang disponsori oleh kekuatan multinasional yang ingin menghancurkan bangsa ini, yang sasarannya langsung ke anak-anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Melalui syair-syair lagu yang positif Trio Brothers berupaya mengembalikan anak-anak ke fitrahnya sebagai anak-anak. Bukan anak-anak yang dipaksakan berperilaku seperti orang dewasa.

Selain itu salah satu lagu Trio Brothers yang berjudul 'Nantikan Aku di Surga' adalah lagu untuk mengenang adik mereka yang telah tiada. Adiknya bernama Salman Al-Farisi. Dan saat perang khandaq, Salman Al-Farisi adalah penemu ide/gagasan/strategi untuk menggali parit/khandaq. Bisa jadi Salman adiknya Trio Brothers yang telah tiada adalah inspirator untuk mendobrak kembali kebangkitan lagu anak-anak Indonesia yang dulu pernah berjaya.

Semoga Trio Brothers bisa menjadi alternatif hiburan yang baik, yang senantiasa menyuguhkan nilai-nilai positif dalam setiap penampilannya. Dan semoga lagu anak dapat bangkit kembali sesuai dengan fitrahnya... ("Syabi.. Kang Iqbal..").

Sekian.

Mas Djoen
Karawang, 29/03/2016

Rabu, 23 Maret 2016

Noy, KMGP dan Revolusi Jilbab di Era Digital

Assalamu'alaikum gaes...
Alhamdulillah semoga pada baik-baik aja yah...

Kali ini aku ingin sedikit menggupas mengenai sosok bintang baru di kancah perfileman nasional, beliau adalah Aquino Umar, sering disapa Noy, pemeran Dek Manis (Gita) di film Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP).

Bahan untuk membuat tulisan ini berasal dari Meet & Greet bersama Noy saat nonton bareng (nobar) kedua, film KMGP di CGV Blitz Festive Walk - Karawang.

Berdasarkan judul diatas aku ingin flashback dulu tentang apa itu "Revolusi Jilbab", lalu bagaimana keberlangsungannya hingga era digital seperti ini, dan apa hubungannya dengan Noy. Okey gaes simak yah... #cekidot :)

Revolusi Jilbab

Berkibarnya jilbab di bumi pertiwi telah melewati sejarah luka yang panjang dan lama. Sekitar tahun 1980-an, ribuan mahasiswi dan pelajar berjilbab membanjiri jalanan di berbagai kota besar. Mereka memprotes keputusan yang melarang jilbab di sekolah.

Revolusi jilbab di Indonesia bermula tahun 1979. Siswi-siswi berkerudung di SPG Negeri Bandung hendak dipisahkan pada lokal khusus. Mereka langsung memberontak atas perlakuan diskriminasi terhadap jilbabnya. Ketua MUI Jawa Barat turun tangan hingga pemisahan itu berhasil digagalkan. Ini adalah kasus awal dari rentetan panjang sejarah jilbab di bumi persada.

Selanjutnya tanggal 17 Maret 1982 keluar SK 052/C/Kep/D.82 tentang seragam sekolah nasional oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah , Prof. Darji Darmodiharjo, S. H. Pelaksanaan terhadap surat keputusan itu malah berujung pada larangan terhadap jilbab. Maka meledaklah demo barisan pembela jilbab di seantero Indonesia.

Ketika itu tengah gencar-gencarnya penggusuran jilbaber dari bangku pelajaran. Para muslimah terpaksa hengkang dari studi demi konsisten menjalankan syariat. Mereka yang diusir dari sekolah, bahkan menggelar perkara ini sampai ke pengadilan.

Belum reda perjuangan jilbab di sekolah-sekolah, muncul fitnah baru di penghujung 1989. Jilbab penebar racun!? Ny. Fadillah berbelanja di Pasar Rawu, diserang tiba-tiba, diteriaki dan dituduh penebar racun. Orang-orang yang tersulut emosi langsung merajam wanita itu hingga hampir meninggal dunia. Para muslimah menjadi takut keluar rumah. Hingga kembali digelar tabligh akbar lautan pendukung jilbab.

Korban demi korban terus berjatuhan tetapi semangat berbusana takwa makin berkobar hebat. Akhirnya, kebenaran tidak bisa lagi dihempang, aturan Tuhanlah yang maha benar. Unjuk rasa, protes, demonstrasi dan dialog intensif serta jalur hukum sampailah di saat yang berbahagia. Seiring keluarnya SK Dirjen Dikdarmen No. 100/C/Kep/D/1991 jilbab lengkap dengan busana menutup auratnya dinyatakan ‘halal’ masuk sekolah. Allahu Akbar!!??!!

Sumber: Hemdi, Yoli. 2005. Ukhtiy… Hatimu di Jendela Dunia (Sebuah Torehan Wajah Perempuan dan Peristiwa). Zikrul Media Intelektual, Jakarta Timur.

Dari buah perjuangan merekalah kini wanita-wanita bisa menikmati kebebasan memakai hijab, kita bisa saksikan lautan jilbab dimana-mana. Busana yang memancarkan pesona ‘dalam’ yang kuat. Pakaian takwa yang berfungsi sebagai benteng kehormatan diri.

Mungkin bagi seorang muslimah yang taat, ketika diminta mencopot jilbab, mereka akan merasa bagaikan memaksa telanjang di depan umum. Jilbab bukan sekedar urusan busana, tetapi melambangkan keislaman seorang perempuan. Sekaligus sebagai simbol kesalehan dan ketaatan muslimah kepada Allah SWT.

Namun seiring berkembangnya zaman, terutama di dunia fashion, kesakralan jilbab ini telah mengalami distorsi, dengan alasan mode untuk jilbaber pemula. Bahkan ada yang memplesetkan jilbab menjadi jilbobs (berjilbab tapi pakaiannya ketat sampai terlihat lekuk-lekut tubuhnya). Beberapa desainer menyayangkan model berpakaian jilbobs yang berusaha tampil modis tapi justru menodai prinsip dasar Islam.

Dalam sebuah kutipan media, Yuanita Andiani selaku desainer merk Hijmi menuturkan, “Fenomena jilbobs itu benar-benar menyalahi aturan dan sebaiknya jangan ditiru. Jilbab bukan mengenai tren yang hanya ikut-ikutan tetapi memang kewajiban menutup aurat sesuai ajaran agama.”

Dalam sebuah ceramahnya Aa' Gym memberikan perhatian terhadap fenomena berjilbab saat ini. "Kerudung bukan hanya sekedar untuk menutup kepala, tapi kalau bawahannya masih ketat ini sama saja. Ini bukan cara berpakaian seperti yang diajarkan Islam, yang dikehendaki Allah," tuturnya.

Biasanya, para muslimah yang menggunakan pakaian jilbobs, rajin mengunggah fotonya di media sosial. Mereka ingin memamerkan busana muslimah mereka kepada khalayak. Selebritis tanah air juga sering mengunggah fotonya saat mencoba-coba untuk berjilbab.

Oke gaes itulah perjalanan revolusi jilbab, hingga saat ini.

Sekarang aku ingin bahas tentang Noy, saat Meet & Greet di nobar kedua film KMGP di CGV Blitz Festive Walk - Karawang. Noy mengatakan bahwa melalui film ini dia telah mendapatkan hidayah. Sebelum casting film ini, rambutnya panjang, pirang, anak gaul. Noy kuliah di Trisakti semester 5 jurusan ekonomi management, teman-temannya gaul. Noy juga bukan dari lingkungan yang agamis. Dia sangat bersyukur bisa bergabung di film KMGP.

Di KMGP Noy menjalani proses karantina selama 3 bulan, setelah lolos dari 1800 peserta casting. Disitu dia mendapatkan banyak teman yang saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Pengakuan Noy setelah baca skenario film KMGP, dia benar-benar merasakan sesuatu dorongan yang kuat untuk hijrah, move on kearah yang lebih baik, karena sosok Gita awalnya itu bandel, anaknya tomboi, masih muda, masih bisa main-main, ga kepikiran sampe kapan umur Gita, dan itu menyerap sekali dihati Noy.

(sampai paragraf ini aku jadi ingat lagunya Ungu yang berjudul 'Bila Tiba' yang liriknya seperti ini: ...Mati, tak bisa untuk kau hindari, tak mungkin bisa engkau lari, ajalmu pasti menghampiri... Mati, tinggal menunggu saat nanti, kemana kita bisa lari, kita pasti kan mengalami... MATI...)

Lanjut ya gaes... inilah testimoni Noy tentang Jilbab/Hijab :

“Menurut saya jilbab itu bukan menentukan akhlaq kita bagus atau engga, tapi merupakan langkah awal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT”

Kalo kata temannya Gita (Tika) di film KMGP 'Leh Uga Tuh"... Kalo kata saya kereeen... ketjeeeh... makjlebs, dalem bingits tuh... sekaligus menjawab sekelompok orang yang mengatakan bahwa jilbab/hijab adalah budaya arab dan perkataan nyinyir lainnya mengenai jilbab/hijab.

Selanjutnya Noy juga mengatakan, “In-sya Allah saya pakai jilbab dari hati, bukan ingin dilihat orang atau untuk menaikkan film KMGP 2. Justru saya takut kalau saya mempublikasikan pakai hijab, walaupun setelah memakai hijab banyak tawaran yang menghampiri saya."

Ketika ada yang menanyakan bagaimana perasaannya setelah memakai hijab? Noy mengatakan, "Setelah memakai hijab hati saya merasa tentram, rasanya dosanya seperti hilang satu, satu doang.. satu.. masih banyak dosanya, kan kita masih berproses.."

"Untuk itu mohon do’anya supaya tetap istiqomah. Sekarang ini saya sedang mencari dan bergaul dengan komunitas-komunitas yang dapat menguatkan iman, supaya tetap istiqomah," lanjut Noy.

Itulah gaes sedikit liputanku mengenai Noy saat Meet & Greet di nobar kedua film KMGP di Karawang (Ahad, 20/3/2016) yang lalu. Noy seorang gadis tomboy yang kini tengah berproses untuk menutup aurat. Walaupun sudah memakai hijab, ceplas-ceplos dan tomboy nya masih dapet.. aku menyebutnya "Tomboy tapi Syar'i" (Leh Uga Tuh.. heheee...).

Naah lalu apa hubungannya Noy dan Revolusi Jilbab di Era Digital ???

Noy dan Revolusi Jilbab di Era Digital

Sebelumnya aku minta maaf dulu kepada Noy (Dek Manis/Gita). Ini hanya pengamatanku, sementara aku bukan ilmuwan, bukan peneliti, bukan pakar, bukan artis, dlsb. Aku adalah Mas Djoen/@masjunkaraba yang hanya seorang kuli pabrik yang hobinya akhir-akhir ini nulis di kompasiana (kompasianer), dan membantu liputan teman-teman yang punya media online, serta pesbuker. Maafkan aku ya dek manis... heheee... :)

Sebelum Noy kita semua sudah mengetahui ada Inneke Koesherawati, Dewi Sandra dan artis-artis lainnya yang berhijrah untuk memakai hijab. Namun di tulisan ini aku memilih Noy untuk menjadi bahan tulisanku, alasannya selain Noy masih muda (20 tahun), gaul, tomboy nya masih dapet, tapi tomboy yang syar'i (In-sya Allah), juga bertemu langsung saat Meet & Greet di nobar kedua film KMGP di Karawang.

Pertama mengenai fenomena jilbobs, menurut pengamatanku di IG Noy atau KMGP The Movie, in-sya Allah setelah memutuskan untuk berhijab, pakaian-pakaian yang dikenakan Noy jauh dari kesan jilbobs. Walaupun jilbab yang dikenakan Noy jilbab yang modis, tapi menurutku masih sopan, anggun, kereeen dan ketjeeeh beud... :)

Aku pribadi merasa yakin dengan kesungguhan Noy berhijab, kemudian ditengah-tengah komunitas KMGP dan komunitas hijaber lainnya, Noy akan terus berproses kearah yang lebih baik. Minimal keyakinanku merupakan salah satu do'a buat dek manis, Aquino Umar. Memang tidak mudah berhijrah di era digital seperti ini, terutama bagi kaum wanita yang ingin istiqomah menggunakan hijab. Ada beberapa contoh artis yang tadinya berhijab, kini dilepas, dengan alasan yang mereka buat.

Di lingkungan KMGP selain mengasah seni peran, Noy dan artis-artis lainnya juga mendapatkan tausiyah keislaman yang dikemas secara anak muda bangets, sehingga bisa lebih mengena dihati mereka. Dan setelah memutuskan untuk berhijab inilah justru tantangan akan lebih dahsyat di era digital seperti ini, selain nikmat berbagai tawaran yang sudah dirasakan oleh Noy sejak memutuskan untuk berhijab.

“Menurut saya jilbab itu bukan menentukan akhlaq kita bagus atau engga, tapi merupakan langkah awal untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT”

Dengan testimoni atau statement Noy saat Meet & Greet di Karawang itulah yang akan mendobrak kembalinya "Revolusi Jilbab di Era Digital" di zaman seperti ini. Entah secara sengaja atau tidak, tanpa bermaksud menggurui, Noy telah memberikan inspirasi kepada remaja-remaja dan anak-anak muda, khususnya kaum hawa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui jilbab/hijab.

Semoga istiqomah yah dek manis... Salam Indonesia Gagah...!!!

Sekian.

Karawang, 23 Maret 2016
Mas Djoen/@masjunkaraba

Senin, 14 Maret 2016

Ahad Yang Mengasyikkan

Kemaren (Ahad, 13/3/2016) bagiku sangat mengasyikkan, karena seharian full aktivitas untuk kebaikan, walaupun malam sebelumnya (sabtu) ada sedikit trouble karena kuda beroda duaku putus urat lehernya, namun Alhamdulillah Allah juga yang memberi solusi, sehingga aku dan kuda beroda duaku bisa tersenyum kembali..🐴

Ahad pagi aku sempatkan ke galuh mas untuk mengambil foto pesawat yang berada di dekat Festive Walk Karawang guna keperluan liputan.. karena belum punya kamera yang memadai, 'ala kulli hal HP pun jadi..πŸ“± heheee...😊☺
Sekalian mampir beli snack di galuh mas kesukaan anak-anakku, biasanya mereka suka nanyain... 😌

Pasca dari galuh mas langsung meluncur ke KP (Karang Pawitan) karena ada keperluan dengan kakak-kakak yang keren dan ketjeh.. Disana aku ketemu Kak DeJu (Dede Juwanda) inspirator peduli sampah.. Ada Kak Lina Astuti, Kak Riana Yahya, Kak Kumala Ningsih dan kakak-kakak yang lain di KM.2 FLP Karawang..
Di KP aku juga bertemu dengan Kak Arko Relawan Kelas Inspirasi yang akan mengadakan kegiatan di Karawang..
πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Aku bangga melihat anak-anak muda yang peduli, kreatif dan inspiratif. Jika generasi muda islam bergerak semua melakukan kegiatan-kegiatan yang positif sesuai dengan genre nya masing-masing, maka kita akan melihat islam itu 'Begitu Indah' (seperti lagunya om Fadli ~ Padi) 😊☺
Islam itu gagah, islam itu cinta, islam itu indah, islam is the best for life.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Kak DeJu mengajakku untuk ngambilin sampah disekitar KP. Dengan sangat senang hati aku menyanggupinya, sekaligus mengingatkanku ketika seumuran kak DeJu juga sering melakukan hal yang sama, namanya 'Operasi Semut'. Biasanya dilakukan pasca mabit, ba'da subuh setelah baca al-matsurot berjama'ah, kita melakukan senam pagi, setelah senam baru melakukan operasi semut.. (Kalo mengingat masa itu jadi berasa tuwir nih.. hahaaa... πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚).
Kalo kak DeJu ini lebih semangat karena melakukannya tiap Ahad & sasarannya juga jelas... Luarrr biasa emang kakak yang satu ini.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Setelah selesai bantu Kak DeJu dan menuntaskan titipan amanah ke kakak-kakak yang ketjeh tadi, aku langsung meluncur ke berlangsungnya 'Dauroh Samara', sebuah acara pelatihan atau parenting bagaimana menghargai pasangan dan cara mendidik anak yang efektif. Setelah mengikuti acara tersebut aku merasakan dampak yang sungguh luar biasa.. Mungkin tidak hanya aku, aku melihat wajah-wajah bahagia dari para pesertanya, terutama pasca selesai acara tersebut... πŸ’žπŸ’ž

Liputan singkat 'Dauroh Samara' bisa dilihat disiniπŸ‘‡
https://m.facebook.com/photo.php?fbid=1319845618032891&id=100000223960995&set=a.319261364757993.99643.100000223960995&ref=m_notif&notif_t=like&actorid=100004584515549

Ba'da sholat dzuhur aku menuju kerumah untuk menyapa my wife dan anak-anakku, sekaligus istirahat sejenak supaya tubuh ini tidak terdzolimi... πŸ’€πŸ’€πŸ’€
Sebelum istirahat kusempatkan nyicil odoj dulu, blm sampe kholas sih...πŸ“–

Ba'da asar menemani kakak ke-3 (Mba Wafa Afifah) untuk menanam tumbuhan tugas dari sekolahnya..🌱🌿🌾
Mba Wafa menggunakan media gelas plastik untuk menanam.. Aku membantu mengambilkan tanah di taman kecil depan rumah kami.. Si bungsu dan my wife bertindak sebagai fotografernya, walaupun cuma pake HP.. heheee...πŸ“±
(Seolah-olah berasa mempraktekkan langsung 'Dauroh Samara' yang barusan kudapat dari Ust Solihudin & Bunda Nurul Hidayati) 😊☺πŸ’ž

Tak terasa waktu terus berlalu disela-sela canda, tawa dan cengkerama kami.. terkadang juga ada letupan-letupan emosi dari anak-anak kami.. namun masih dalam hal yang wajar.. maghrib pun menjelang..

Ba'da sholat maghrib berjama'ah aku langsung meluncur ke markaz dakwah, karena masih ada 1 agenda lagi, yaitu rapat konsolidasi dan evaluasi guna mempublikasikan dakwah secara indah, berencana membentuk 'Komunitas Dakwah Kreatif' di Karawang, dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang sudah dilakukan...

Semoga dakwah yang dikemas dengan indah bisa lebih mewarnai bumi pangkal perdjoeangan ini..
Komunitas-komunitas dakwah kreatif dan inspiratif semoga bisa saling bersinergi untuk menularkan kabaikan-kebaikan dan akhlaqul karimah ke masyarakat.. sehingga perilaku maksiat akan terkikis dengan sendirinya, karena masyarakat telah tertular oleh virus-virus kebaikan yang disebarkan oleh komunitas-komunitas dakwah tersebut..
Semoga Allah Meridhoi langkah-langkah ini.. Aamiin...

Karawang, 14/03/2016

Mas Djoen (@masjunkaraba)

*Tulisan ini juga bisa dibaca disini




Kemaren (Ahad, 13/3/2016) bagiku sangat mengasyikkan, karena seharian full aktivitas untuk kebaikan, walaupun malam sebelumnya (sabtu) ada sedikit trouble karena kuda beroda duaku putus urat lehernya, namun Alhamdulillah Allah juga yang memberi solusi, sehingga aku dan kuda beroda duaku bisa tersenyum kembali..🐴 Ahad pagi aku sempatkan ke galuh mas untuk mengambil foto pesawat yang berada di dekat Festive Walk Karawang guna keperluan liputan.. karena belum punya kamera yang memadai, 'ala kulli hal HP pun jadi..πŸ“± heheee...😊☺ Sekalian mampir beli snack di galuh mas kesukaan anak-anakku, biasanya mereka suka nanyain... 😌 Pasca dari galuh mas langsung meluncur ke KP (Karang Pawitan) karena ada keperluan dengan kakak-kakak yang keren dan ketjeh.. Disana aku ketemu Kak DeJu (Dede Juwanda) inspirator peduli sampah.. Ada Kak Lina Astuti, Kak Riana Yahya, Kak Kumala Ningsih dan kakak-kakak yang lain di KM.2 FLP Karawang.. Di KP aku juga bertemu dengan Kak Arko Relawan Kelas Inspirasi yang akan mengadakan kegiatan di Karawang.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/masdjoenkaraba/ahad-yang-mengasyikkan_56e67e05e322bdff048b4569
Kemaren (Ahad, 13/3/2016) bagiku sangat mengasyikkan, karena seharian full aktivitas untuk kebaikan, walaupun malam sebelumnya (sabtu) ada sedikit trouble karena kuda beroda duaku putus urat lehernya, namun Alhamdulillah Allah juga yang memberi solusi, sehingga aku dan kuda beroda duaku bisa tersenyum kembali..🐴 Ahad pagi aku sempatkan ke galuh mas untuk mengambil foto pesawat yang berada di dekat Festive Walk Karawang guna keperluan liputan.. karena belum punya kamera yang memadai, 'ala kulli hal HP pun jadi..πŸ“± heheee...😊☺ Sekalian mampir beli snack di galuh mas kesukaan anak-anakku, biasanya mereka suka nanyain... 😌 Pasca dari galuh mas langsung meluncur ke KP (Karang Pawitan) karena ada keperluan dengan kakak-kakak yang keren dan ketjeh.. Disana aku ketemu Kak DeJu (Dede Juwanda) inspirator peduli sampah.. Ada Kak Lina Astuti, Kak Riana Yahya, Kak Kumala Ningsih dan kakak-kakak yang lain di KM.2 FLP Karawang.. Di KP aku juga bertemu dengan Kak Arko Relawan Kelas Inspirasi yang akan mengadakan kegiatan di Karawang.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/masdjoenkaraba/ahad-yang-mengasyikkan_56e67e05e322bdff048b4569
Kemaren (Ahad, 13/3/2016) bagiku sangat mengasyikkan, karena seharian full aktivitas untuk kebaikan, walaupun malam sebelumnya (sabtu) ada sedikit trouble karena kuda beroda duaku putus urat lehernya, namun Alhamdulillah Allah juga yang memberi solusi, sehingga aku dan kuda beroda duaku bisa tersenyum kembali..🐴 Ahad pagi aku sempatkan ke galuh mas untuk mengambil foto pesawat yang berada di dekat Festive Walk Karawang guna keperluan liputan.. karena belum punya kamera yang memadai, 'ala kulli hal HP pun jadi..πŸ“± heheee...😊☺ Sekalian mampir beli snack di galuh mas kesukaan anak-anakku, biasanya mereka suka nanyain... 😌 Pasca dari galuh mas langsung meluncur ke KP (Karang Pawitan) karena ada keperluan dengan kakak-kakak yang keren dan ketjeh.. Disana aku ketemu Kak DeJu (Dede Juwanda) inspirator peduli sampah.. Ada Kak Lina Astuti, Kak Riana Yahya, Kak Kumala Ningsih dan kakak-kakak yang lain di KM.2 FLP Karawang.. Di KP aku juga bertemu dengan Kak Arko Relawan Kelas Inspirasi yang akan mengadakan kegiatan di Karawang.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/masdjoenkaraba/ahad-yang-mengasyikkan_56e67e05e322bdff048b4569
Kemaren (Ahad, 13/3/2016) bagiku sangat mengasyikkan, karena seharian full aktivitas untuk kebaikan, walaupun malam sebelumnya (sabtu) ada sedikit trouble karena kuda beroda duaku putus urat lehernya, namun Alhamdulillah Allah juga yang memberi solusi, sehingga aku dan kuda beroda duaku bisa tersenyum kembali..🐴 Ahad pagi aku sempatkan ke galuh mas untuk mengambil foto pesawat yang berada di dekat Festive Walk Karawang guna keperluan liputan.. karena belum punya kamera yang memadai, 'ala kulli hal HP pun jadi..πŸ“± heheee...😊☺ Sekalian mampir beli snack di galuh mas kesukaan anak-anakku, biasanya mereka suka nanyain... 😌 Pasca dari galuh mas langsung meluncur ke KP (Karang Pawitan) karena ada keperluan dengan kakak-kakak yang keren dan ketjeh.. Disana aku ketemu Kak DeJu (Dede Juwanda) inspirator peduli sampah.. Ada Kak Lina Astuti, Kak Riana Yahya, Kak Kumala Ningsih dan kakak-kakak yang lain di KM.2 FLP Karawang.. Di KP aku juga bertemu dengan Kak Arko Relawan Kelas Inspirasi yang akan mengadakan kegiatan di Karawang.. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/masdjoenkaraba/ahad-yang-mengasyikkan_56e67e05e322bdff048b4569

Rabu, 02 Maret 2016

Aku dan Brigade C-11

Assalamu'alaikum gaes...

Di tulisanku sebelumnya, aku menyebut Brigade C-11 (bisa dibaca disini).
Apa itu Brigade C-11? Brigade yang aku maksud disini bukanlah arti yang sebenarnya, aku hanya terinspirasi saja untuk menyebut keempat bidadari kecilku dengan sebutan itu. Ada beberapa pilihan sih awalnya, namun aku lebih cocok dengan sebutan brigade. Brigade menurutku lebih semangat, lebih militan dan tentunya lebih keren gaes... :)
Sementara C-11 adalah alamat rumahku, Karaba Blok C-11. Ini juga yang menginspirasi untuk menamakan blogku menjadi Blog C-11.

Tak lama menikah, alhamdulillah Allah langsung mengabulkan do'a kami, istriku positif hamil. 17 April 2003 adalah pengalaman ketika akan melahirkan anak pertama tak akan pernah kulupakan. Ba'da subuh istriku mengeluarkan cairan putih, ternyata air ketuban. Dan tak lama berselang seorang bayi keluar di pangkuan kedua tanganku. Aku panik, alhamdulillah tetangga-tetanggaku yang baik berhamburan datang ke rumahku, ada 2 ibu-ibu tetanggaku yang berprofesi sebagai perawat salah satu rumah sakit di Karawang, langsung mengambil alih bayi yang ada di kedua tanganku, dan yang satunya menangani istriku. Salah satu perawat itu menyuruhku menghubungi bidan terdekat. Langsung aku bergegas menuju bidan terdekat, kebetulan cuma satu gang dari rumahku.

Alhamdulillah berkat bantuan tetanggaku dan bu bidan, istri dan anakku dalam keadaan selamat, sehat wal afiat, walaupun sempat terjadi kepanikan sebelumnya. Jazakumullah khoiron katsiro kepada semua pihak yang telah membantu proses persalinan istriku dan anak pertamaku.

26 Desember 2004, bertepatan dengan peristiwa "Tsunami Aceh" anak keduaku lahir. Kalau anak pertamaku begitu cepat proses kelahirannya, berbeda dengan anak keduaku, istriku harus di induksi untuk melahirkan anak keduaku, karena secara perhitungan usg sudah lewat dari tanggal kelahirannya. Dhuha waktu itu aku bermunajat kepada Allah, supaya persalinan istriku diberikan kelancaran, demikian pula bapakku yang sedang bekerja di Aceh supaya diberikan keselamatan dalam peristiwa tsunami tersebut.
Alhamdulillah ga lama selepas adzan dzuhur anakku yang kedua lahir. Istriku terlihat lemas setelah berjihad untuk melahirkan anak kedua kami.

9 Mei 2008, lahirnya anak ketigaku. Pagi hari ba'da subuh istri masih terlihat biasa-biasa saja, belum nampak tanda-tanda mau melahirkan. Sebelum berangkat kerja aku bertanya ke istriku, "Sudah mulai terasa belum?"
"Belum, gapapa abi kerja saja, ummi juga mo ngajar kok nanti," jawab istriku.
Akhirnya aku berangkat kerja dengan hati yang berdebar-debar, karena di malam sebelumnya istriku sudah pernah terasa mules. Ketika sedang bekerja, sekitar jam 08:30an aku dipanggil adm bagianku katanya ada telepon dari Karaba (alamat rumahku), ternyata yang menelepon tetangga depan rumahku yang dulu pernah bekerja di satu perusahaan denganku namun kini udah resign. Dia mengabarkan bahwa istriku sudah lahiran dirumah.
Aku langsung ijin pulang, sesampainya dirumah tetangga-tetanggaku yang baik dan bu bidan yang selama ini membantu persalinan istriku sudah berada di rumahku, membantu proses persalinan istriku. Tak henti-hentinya aku bersyukur kepada Allah SWT, karena diberikan tetangga yang baik, dan tak lupa ku ucapkan jazakumullah khoiron katsiro kepada semua pihak yang telah membantu proses persalinan istriku dan anak ketigaku.

Di kehamilan yang keempat, aku tak mau lagi terulang seperti kelahiran anakku yang ketiga, aku tak berada disisi istriku. Aku bertekad untuk mendampingi istriku dalam proses persalinannya.
13 Oktober 2010, di pagi harinya istriku masih aktivitas seperti biasa, ngajar di TK, itulah profesi istriku. Sepulang ngajar, istriku rebahan sambil ngobrol dengan aku dan anak-anakku. Tiba-tiba di siang hari itu istriku terasa mules yang dahsyat seperti mau melahirkan. Aku langsung ajak istriku ke bu bidan yang selama ini membantu proses persalinan istriku. Kali ini aku ke tempat prakteknya, bukan bu bidan yang datang ke rumahku. Dan setelah istriku diperiksa bu bidan, aku disuruh pulang sama bu bidan untuk balik lagi sambil membawa perlengkapan untuk persalinan istriku. Aku langsung bergegas pulang dan segera kembali lagi ke tempat praktek bu bidan. Dan lahirlah anak keempatku, kali ini aku melihat tatapan bahagia istriku karena aku selalu berusaha berada disampingnya... cieee... suami siaga... :)

Ibroh atau pelajaran yang bisa kuambil, Allah SWT selalu membantu mempermudah urusan kami, dalam hal ini adalah persalinan istriku dari anak pertama hingga keempat. Maka dari itu senantiasa sertakanlah Allah SWT di setiap langkah kita. Jika kita berusaha istiqomah dijalan-Nya, walupun kita dalam keadaan sulit, Allah akan selalu membantu kita dengan cara-Nya. Siapa sangka ada 2 tetanggaku yang perawat yang tiba-tiba datang membantu persalinan istriku ketika aku dalam keadaan panik. Siapa sangka ketika aku sedang bekerja, tiba-tiba ada yang mau peduli menelponku untuk memberitahukan bahwa istriku sudah melahirkan, padahal waktu itu aku belum punya HP. Kalau bukan karena campur tangan Allah SWT, tidak akan mungkin hal itu akan terjadi.
Laa Tahzan, innallaha maa'anaa...
Terimaksih yaa Allah... yaa Robb... yaa Rahmaan.... yaa Rahiim... yaa Dzal Jalali wal Ikram...

Hilyah Azizah, Adilah Salma, Wafa Afifah dan Ahza Faizah, itulah keempat anakku yang kini semakin besar sesuai pertumbuhannya. Wahai anak-anakku berbaktilah pada ummi (ibumu) yang telah berjihad fiisabilillah ketika akan melahirkan kalian. Janganlah sekali-kali kalian menyakiti hati ummi (ibumu), karena surga ada di telapak kakinya.


Untuk bidadari surgaku, satu nasyid dari Suara Persaudaraan kepersembahkan untukmu:


Dialog Dua Hati

Album : Melodi Rindu Dari Ufuk Kalbu
Munsyid : Suara Persaudaraan
http://liriknasyid.com

Duhai kekasih hati
Kugubahkan nasyid ini
Sebagai tanda cinta suci
Dalam naungan Ilahi

Hari demi hari
Bersamamu kulewati
Dalam suka dalam duka
Dalam meniti ridloNya

Ikrarkan bersama
Untuk tetap dijalanNya
Bahtera rumah tangga
Tladankan rasul mulia

Didik putra-putri
Sebagai amanah Ilahi
Bekali akhlak Imani
Jadikan mukmin sejati
Insya Allah.. 
Insya Allah..
Insya Allah..

Semoga dengan senantiasa berada dijalan-Nya dan menjadikan Rosulullah sebagai tauladan kita, kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat, serta mendapatkan Ridho dan Ampunan-Nya. Semoga keluarga kita bisa berkumpul kembali di jannah-Nya kelak... Aamiin...

Itulah mengenai perjalananku dari kecil hingga sekarang. Makasih gaes telah mau menemaniku... :)
Sekian.

Wassalamu'alaikum wr. wb.


(Mas Djoen - @masjunkaraba), 2 Maret 2016.

Mangga kalo mo mampir baca-baca yang lain:
1. Aku dan Jalanan
2. Aku dan Lingkaran Cinta
3. Aku dan Bidadari Surgaku